Archive for November 19th, 2008
Berkisah di Tana Tinutuan…Tondano Lake slide…
Berkisah di Tana Tinutuan…Tondano Lake slide…
Kali ini kali pertama menjelajah ke danau Tondano, danau air tawar yang terletak di distrik Tomohon, 45 menit dari pusat kota Manado Sulawesi Utara.Kota Tomohon terkenal dengan julukan kota Bunga, karena disana banyak sekali petani bunga, baik bunga segar (bunganya unik-unik, beda dengan bunga segar di jawa) maupun tanaman hias. Letak kota ini di dataran tinggi, dengan hawa yang sejuk hingga dingin. Jalan kearah danau berkelok-kelok menyisir bukit dan gunung, dengan sebelah sisi hutan liar dan ngarai, pemandangannya cukup hijau dan indah. Sepanjang jalan banyak ditemui penjual buah-buahan lokal, seperti pisang (disini pisangnya kecil-kecil dijual utuh setandan…lumayan juga dunk), langsat-duku, dan rambutan.
Rencananya kita sekalian mau merapel makan siang-sore di danau Tondano ini.
Waaahh…akhirnya sampai juga! Danau ini luas sekali, terletak di basin dataran tinggi, dikelilingi bukit-bukit hijau. Danau ini memberikan mata pencaharian bagi penduduk sekitar, perahu-perahu kayu tradisional banyak kita temui disana. Ikan yang ada adalah khas ikan tawar, yaitu ikan Mas dan ikan Mujaher, ada juga ikan kecil yang khas …hmmm tapi lupa namanya
ada beberapa spot tepi danau yang diperuntukkan sebagai tempat wisata, disini dibangun beberapa restaurant, terletak pas di pinggir jalan utama (kemudahan akses wisatawan). Di sini jga ada bandar kapal untuk keperluan wisata, kita bisa berkeliling danau dengan kapal-kapal kecil, pasti menyenangkan kalau waktunya lama, tapi sayangnya kita ga sempat LOya ada kejadian lucu….qt salah masuk restaurant, sebenarnya sudah dipesenin tempat sekaligus menunya, jadi pas kita sampai disana makanannya sudah siap, jadi ga perlu menunggu waktu lama. Restaurant pertama namanya danau Tondano restaurant. Restaurant ini jenis resto terapung di atas danau, dengan view ke arah lepasnya danau, dengan kapal-kapal kecil nelayan kadang melintas. Kita udah PD aja duduk-duduk dan ambil tempat, sambil jeprat-jepret sini-sana, asli keren banget pemandangannya…apalagi cuacanya cerah tidak hujan (mengingat musim hujan gt)! Setelah dikonfirmasi kok gada nama kita ya..eng ing engg…salah masuk he he he…yach apa daya, laper bangetss… kita langsung cabut balik ke ke resto yang dimaksud…ternyata kita kebablasan!
Restorant ini namanya La…aduh penyalit lupa-ku kambuh(habis namanya aneh, bahasa Tinutuan gt)…entrancenya biasa aja, tapi setelah kita masuk ke dalam…tempatnya lebih nyaman, terapung di atas danau, apalagi ditambah suasana sunset sorenya…hmmm Karamba penangkaran ikannya gede banget, n ikan-ikannya gede-gede…seneng lihatnya. Bener kan sebentar kemudian makanan sudah siap. Ikan mas dan mujaher gede digoreng asin gurih dan bumbu pedas. Perkedel jagung (kayaknya sih), tumis kangkung, trus sambel hijau ikan tumbuk (yang namanya aneh dan khas dann once again: LUPA), macem-macem sambel. Nah yang unik, sambel ikan hijau ini rasanya ga pedes-pedes banget, gurih bahkan, mungkin karena dari ikan kali ya…trus ikannya manis gurih, so really fresh, dan ga bau lumpur karena danau ini airnya bersih! Kangkungnya jg segar, dipetik langsung dari danau itu juga, daunnya lebih lebar dari kangkung biasa dan rasanya manis…After a while, makan-makan ..hemm tepatnya karena kelaparan kita jadi kalaparan..kalap makan J Kembali ke Manado kota, fiuh…menyenangkan dan capek dan ..zzz…zzzzzzzzz
Add comment November 19, 2008
Berkisah di Tana Tinutuan…Bunaken Island slide…
Berkisah di Tana Tinutuan…Bunaken Island slide…
Kali ini kali kedua Ku menginjakkan kakiku di bumi Tinutuan ini, bagian paling utara pulau Celebes, Sulawesi. Ya, Manado - ibukota Sulawesi Utara. Sepertinya tak banyak berubah, tapi pastinya semakin ramai dan sibuk saja kota ini, mempercantik diri dengan obsesi reklamasinya yang ingin menjadi kota pantai ato bahasa kerennya waterfront city. Kota pantainya yang memang sungguh menawan hatiku yang dikelilingi sejumlah pulau-pulau kecil nan indah dan juga gunung di tengah laut menjadikannya unik menarik, salah satunya yang terkenal dengan alam bawah lautnya hingga ke manca negara adalah pulau Bunaken. Pulau kecil memanjang ini bak putri duyung sedang beristirahat setelah lelah berenang-renang di samudera Pasifik yang tenang, namun dalam tak terukur. Pulau kecil ini salah satu pulau impianku, ingin sekali kumenjelajah kesana dulu, dan menikmati kedalaman aneka ragam flora dan fauna lautnya, menyelam dan bermain dengan ikan-ikan, bintang laut, mengagumi warna-warni anemon laut, terumbu karang dan sesekali bersinggungan dengan ubur-ubur jelly yg melayang-layang di air…obsesi dahulu ketika menonton tv yang bercerita tentang keindahan alam Indonesia Timur….akhirnya bisa juga kesana, kali kedua ini…tetap saja terus terkenang. Asinnya air laut yang membuat bibir dan kulitku berkerut tak menjerakan inginku…bahkan snorkling pun tak cukup memuaskan tuk bisa masuk ke dasar palung laut…adaptasi mata perih, dan mencoba bernapas dengan mulut membuatku harus tahan menelan air asin ini…tapi akhirnya setelah 15 menit berjuang menyamankan diri dengan kaki katak dan alat pernapasan snorkler…bisa juga akhirnya kunikmati taman laut ini. …merasa berdosa juga memberi makan ikan-ikan itu dengan Biskuit, ternyata mereka suka juga he eh ehe ikan-ikan berebutan dan mengelilingi dan menempel di tangan dan tubuhku…(seperti kasih makan ayam ajah)…dulu waktu pertama kali snorkling bawa pisang goreng he ehe…ternyata mau juga ikan-ikan laut ini makan pisang goreng! Kali ini karena lokasinya terlalu dalam jadi ga bisa jaga keseimbangan pas mau pake snorkle-nya, jadi sama si Mas-mas guidenya diberi pelampung deh he he he…kok jadi menurun nh kualitas renangku…setelah satu jam main-main, akhirnya saatnya bener-bener berenang, lepaskan alat bantu napas dan pelampung, cukup pake kaki katak ajah, coz kalau kegores karang bisa berabe tuh…berenangggg sepuasnya he hehe…feel so free at that time!
Time is up, kita harus segera pulang karena ngejar pesawat siang jam 1.45…selain itu takut juga kalau hujan turun pas di perjalanan pulang ke Manado, selain kapal kita kecil, perjalanan bisa lama….selain itu takut juga kalau ada badai…cuaca memang cepat sekali berubah…untungnya hujan turun ketika kita sudah di pelabuhan Manado… its really nice experience J
Add comment November 19, 2008



